Sabtu, 26 April 2014

Peganglah Prinsip Agamamu Bukan Agamaku

Adik-adik sekalian, Islam mengajarkan satu prinsip yang mesti kita kenal. Inilah yang jadi akidah setiap muslim. Kita boleh saja bermuamalah dengan non muslim, namun dalam hal yang sangkut paut dengan ritual keagamaan mereka, kita tidak boleh membantunya. Tidak boleh sama sekali menyokongnya.


Islam mengajarkan prinsip “lakum diinukum wa liyaddin”. Ayat yang membicarakan hal ini, pasti adik-adik pun sudah mengetahui dan menghafalkannya.
قُلْ يَا أَيُّهَا الْكَافِرُ‌ونَ ﴿١﴾ لَا أَعْبُدُ مَا تَعْبُدُونَ ﴿٢﴾ وَلَا أَنتُمْ عَابِدُونَ مَا أَعْبُدُ ﴿٣﴾ وَلَا أَنَا عَابِدٌ مَّا عَبَدتُّمْ ﴿٤﴾ وَلَا أَنتُمْ عَابِدُونَ مَا أَعْبُدُ ﴿٥﴾ لَكُمْ دِينُكُمْ وَلِيَ دِينِ ﴿٦﴾
Katakanlah: “Hai orang-orang kafir, (1) Aku tidak akan menyembah apa yang kamu sembah. (2) Dan kamu bukan penyembah Rabb yang aku sembah. (3) Dan aku tidak pernah menjadi penyembah apa yang kamu sembah, (4) dan kamu tidak pernah (pula) menjadi penyembah Rabb yang aku sembah. (5) Untukmu agamamu, dan untukkulah, agamaku”. (6)” (QS. Al Kafirun: 1-6)
Ibnu Jarir Ath Thobari menjelaskan mengenai ‘lakum diinukum wa liya diin’,
“Bagi kalian agama kalian, jangan kalian tinggalkan selamanya karena itulah akhir hidup yang kalian pilih dan kalian sulit melepaskannya, begitu pula kalian akan mati dalam di atas agama tersebut. Sedangkan untukku yang kuanut. Aku pun tidak meninggalkan agamaku selamanya. Karena sejak dahulu sudah diketahui bahwa aku tidak akan berpindah ke agama selain itu.” (Tafsir Ath Thobari, 24: 704)
Dalam Tafsir Al Bahr Al Muhith, Ibnu Hayyan menafsirkan, “Bagi kalian kesyirikan yang kalian anut, bagiku berpegang dengan ketauhidanku. Inilah yang dinamakan tidak loyal (berlepas diri dari orang kafir).”
Prinsip ini mengajarkan beberapa hal:
1- Tidak boleh menyerupai gaya orang kafir (alias: tasyabbuh).
2- Tidak boleh turut dalam perayaan non muslim.
3- Tidak boleh mengucapkan selamat terhadap perayaan non muslim atau perayaan yang bukan dari Islam, baik acara natal, tahun baru masehi atau tahun baru imlek.
Mudah-mudahan adik-adik bisa menjalankan prinsip ini karena inilah yang dapat membentengi akidah kita.
Hanya Allah yang memberi hidayah.
21 Rabi’ul Awwal 1435 H, di Gunungkidul
Penulis: Muhammad Abduh Tuasikal
Sumber: Remaja Islam

Tidak ada komentar:

Posting Komentar