Cari Blog Ini

Memuat...

Sabtu, 24 Desember 2011

Hafalan Shalat Delisa: Film Indonesia Pertama dengan CGI

Pasti kawan2 ikhwan dan akhwat semua tau novel ini, kan?

Dan novelnya sudah diangkat ke layar lebar, lho...
Nah, ini posternya
 Sinopsis:
Suatu hari, Delisa mendapatkan tugas dari gurunya, Ibu Guru Nur, yakni tugas menghafal bacaan sholat. Motivasi dari Ummi, berjanji akan memberikan hadiah jika ia bisa menghafal bacaan sholat, menambah semangat Delisa untuk menghafal. Hadiah yang dijanjikan Ummi itu berupa kalung yang dibeli di toko Koh Acan, Koh Acan adalah penjual perhiasan di pasar Lhok Nga. Koh Acan juga sahabat Abi Delisa. Saat itu Koh Acan memilihkan kalung yang ada huruf D, artinya D untuk Delisa. Delisa senang bukan kepalang dan tak sabar untuk mengenakan kalung itu.

Delisa menghafal diwarnai dengan sikap kakak-kakaknya yang pro dan kontra. Ustadz Rahman yang merupakan guru TPA Delisa, juga banyak mengisi hari-hari Delisa menjelang setoran hafalan shalatnya pada Ibu Guru Nur. Semangat dan usaha Delisa tak sia-sia, ia mampu menghafal bacaan shalat. Ia bertekad harus lancar saat praktik di depan Ibu Guru Nur dan teman lainnya. Shalat yang sempurna untuk pertama kalinya.

Ketika Delisa mempraktikkan hafalan sholatnya di depan kelas, gempa yang disertai tsunami melanda bumi Aceh. Seketika keadaan berubah. Ketakutan dan kecemasan menerpa setiap jiwa saat itu. Namun, Delisa tetap melanjutkan hafalan sholatnya. Sesaat akan melaksanakan sujud pertamanya, Delisa roboh dan hanyut oleh terjangan air laut yang sangat kuat. "

Sumber:  http://www.kaskus.us/showthread.php?t=11159522


Ane sudah nonton filmnya. Seperti kata sinopsis di atas, di ceritanya terdapat adegan tsunaminya. Untuk itu, tak lengkap bila difilmkan tanpa tsunami. Padahal, efek spesial dlm perfilman Indonesia lumayan terbelakang. Tapi jng berburuk sangka dulu kalau ternyata efek tsunaminya kacangan. CGI (computer generated imagery) yg dibuat tak main2 lho... Walaupun cenderung pembuatannya relatif cepat, tapi dari film ini, ane percaya bahwa perfilman Indonesia siap menyaingi perfilman Hollywood dlm waktu dekat dng cerminan pada film ini. CGI-nya pun lumayan tergarap dng baik, lho...

Nah...awalnya ane penasaran bagaimana pelaksanaan CGI dlm film ini dan ane mendapat sumbernya dari sumber dibawah ini.

Sumber: http://www.boleh.com/news/read/movie_news_index/6840_sony_gaokasak_bicara_soal_cgi_di_film_hafalan_shalat_delisa


Tsunami Aceh yang terjadi di tahun 2004 tidak bisa dipungkiri telah menjadi salah satu bencana paling dahsyat yang pernah terjadi di Indonesia. Kejadian ini telah merenggut nyawa ribuan orang di bumi serambi Mekah itu.

Setelah 7 tahun sejak kejadian tersebut, ada sebuah film Indonesia yang mengangkat 'tragedi tsunami Aceh' tersebut. Adalah film produksi Starvision yang disutradarai oleh Sony Gaokasak berjudul Hafalan Shalat Delisa.

Sebagai film yang mengangkat tentang tsunami, tentu saja film ini menampilkan adegan bencana besar tersebut. Untuk melengkapi hal itu, film Hafalan Shalat Delisa menggunakan  beberapa efek visual CGI (Computer Generated Imagery) untuk menggambarkan tsunami dan kejadian pasca bencana tersebut.
Ditemui usai press screening film ini di Planet Hollywood Jakarta (20/12),  Sony Gaokasak menjelaskan tentang proses penggunaan CGI di film ini.

"Iya, film ini memang menggunakan beberapa efek CGI seperti kehancuran-kehancuran, Tsunami, helikopter, kapal-kapal besar, dan gempa. Tujuannya untuk melengkapi visual-visual yang nggak mungkin kita tampilin beneran," Ucap Sony Gaokasak.

Sony juga menjelaskan sekilas mengenai proses penggunaaan CGI di film ini.
"Jadi awalnya memang kita ambil adegannya dulu. Pokoknya semua sudah saya konsep di kepala saya dan sudah dituangkan juga ke story board. Setelah itu saya juga berdiskusi dengan para animatornya, menyalurkan ide yang ada di kepala saya, lalu saya jelaskan adegan per adegannya seperti apa," Ucap Sutradara yang mengawali debut penyutradaraannya lewat film berjudul 'Tentang Cinta' ini.
 Namun Sony mengaku sengaja tidak menggunakan referensi dari kejadian Tsunami sesungguhnya yang pernah terjadi di Aceh untuk menggambarkan tsunami di film ini.

"Saya sengaja tidak mau mengikuti adegan tsunami yang sebenarnya sama persis. Saya ingin lepas dari image tsunami sebenarnya karena nantinya malah jadi kepikiran. Timbul pikiran Tsunami sebenarnya kan nggak seperti itu.. atau gimana. Jadi sesuai dengan apa yang ada dibayangan Saya saja," Ucap Sony.
Penggunaan Efek CGI dalam sebuah film Indonesia tergolong masih sangat jarang, tetapi ternyata CGI di film ini dibuat oleh para animator Indonesia.

"Semuanya dari Indonesia. Yang buat Gapetto Animations. Prosesnya juga tergolong cepat ya, cuma sekitar 1 bulan aja untuk menambahkan efek CGI di film ini. Kita memang nggak muluk-muluk membuat efek yang kayak film 2012 gitu ya. Karena kalau film 2012 itu kan memang menjual efek, kalau film ini saya tampilin tsunami hanya sebagai pelengkap visual karena yang penting ceritanya sampai ke penonton," Ucap Sony sambil tersenyum.


Trailernya...:)






Tidak ada komentar:

Poskan Komentar