Sabtu, 05 Januari 2013

Penyebab Munculnya Kisah Makhluk Mitologis

Makhluk-makhluk legenda oleh J. F. Bertuch
Makhluk mitologis merupakan makhluk yang keberadaanya dituturkan dalam kisah-kisah mitologislegenda maupun fabel. Makhluk tersebut juga terkait dengan folklor suatu suku. Makhluk mitologis pada umumnya bersifat fantastis, baik bentuk maupun kemampuannya. Karena kisahnya merupakan mitos, maka keberadaannya dipercayai oleh masyarakat penganut mitologi bersangkutan. Maka dari itu, orang yang tidak menganutnya dapat menyamakan makhluk mitologis sebagai makhluk imajiner(makhluk khayalan). Pada masa kini, makhluk fantastis yang dilaporkan sebagai penampakan dan rumor dikategorikan sebagaikriptid ("makhluk yang bersembunyi").
Perlu diketahui bahwa adanya kisah-kisah mengenai makhluk mitologis juga ada asal-usulnya. Penyebab munculnya bisa jadi berasal dari kalangan pengembara yang mungkin ke suatu tempat baru dan melihat hal baru yang belum mereka saksikan sebelumnya. Disini, penulis akan menjelaskan penyebab munculnya makhluk-makhluk mitologis.

1. Pohon Anak Domba Tartaria
Dikalangan pengembara yang mungkin pernah melewati daerah Asia Tengah, tersebar kisah mengenai Vegetable Lamb Of Tartary atau Pohon Anak Domba Tartaria dari mulut ke mulut. Pohon ini diceritakan mampu berbuah dengan buah menyerupai anak domba serta memiliki getah menyerupai darah. Perlu diketahui, bahwa kemungkinan besar munculnya legenda ini adalah karena para pengembara salah mengira tumbuhan Cibotium barometz, sejenis pakis, karena bentuknya memang menyerupai anak domba lengkap dengan bagian mirip kaki dan bulu domba.
Cibotium barometz

2. Hafgufa si Monster Laut Raksasa
Gambar hanya ilustrasi
Hafgufa atau disebut juga Lyngbakr adalah monster laut raksasa yang bahkan lebih besar daripada paus sekalipun. Monster laut ini menyamar sebagai pulau besar dan bersendawa untuk menarik perhatian ikan-ikan disekitarnya serta memakan ikan-ikan yang tertipu oleh sendawanya itu. Fenomena alam di perairan, seperti pulau lenyap dan pelepasan gas metana akibat aktivitas gunung berapi di dasar laut cukup menjadi penjelasan munculnya legenda Hafgufa ini. Apalagi, pada saat itu ilmu pengetahuan mengenai kelautan belum ditemukan.


3. Cyclops, Raksasa Bermata Satu
Cyclops adalah makhluk mitologi berupa raksasa bermata satu. Makhluk ini sempat muncul dalam kisah petualangan Odisseus. Ia juga dianggap sebagai makhluk yang pandai menempa besi untuk para dewa. Kemungkinan tersebut munculnya legenda ini adalah karena para pengembara Yunani sempat menemukan fosil gajah kerdil yang saat itu banyak ditemukan di Eropa Selatan. Di bagian tengkorak kepala gajah purba terdapat rongga belalai yang besar yang mungkin juga penyebab orang-orang salah mengiranya sebagai tengkorak makhluk bermata satu besar di dahi.
Fosil gajah kerdil dari Pulau Kreta

4. Naga
Pada zaman dahulu di Cinafosil dinosaurus dianggap sebagai tulang naga sehingga naga dipercaya benar-benar ada. Penggalian fosil dinosaurus dianggap sebagai penemuan tulang naga dan bahkan didokumentasikan dalam suatu dokumen (abad ke-3 SM) oleh Chang Qu sebagai penemuan "tulang naga" di Sichuan. Dalam bahasa Tionghoa, naga disebut konglong (恐龍, berarti "naga menakutkan"), dan penduduk Cina Tengah telah lama menggali "tulang naga" untuk pengobatan tradisional, dan praktik tersebut berlangsung hingga sekarang.
Fosil dinosaurus

5. Griffin
Menurut teori, interpretasi keliru tentang penemuan suatu fosil telah menginspirasi munculnya mitos griffin—makhluk berbadan singa dan berkepala burung, atau makhluk setengah singa setengah burung. Suatu teori yang dipostulatkan terutama oleh Adrienne Mayor, menyatakan bahwa asal usul griffin berbasis pada perjalanan para pedagang Eropa menempuh Jalur Sutra dan melintasi gurun Gobi. Di sana fosil-fosil Protoceratops dan sarang mereka terekspos secara natural. Menurut teori, karena bentuk fosil Protoceratops mirip paruh burung, kemungkinan besar fosil-fosil tersebut ditafsirkan sebagai bukti keberadaan makhluk setengah burung setengah hewan buas (berkaki empat).
Fosil Protoceratops

6. Namahage, Iblis Pemakan Anak Nakal
Yang ini mungkin berbeda dengan yang lain. Bila makhluk-makhluk sebelumnya karena salah sangka, maka Namahage dari Jepang ini memang sepertinya merupakan legenda yang sengaja dikarang. Namahage adalah iblis yang dalam folklore Jepang digambarkan suka menculik anak-anak nakal dan pemalas untuk disantap. Hal ini berhubungan dengan norma suatu masyarakat sama seperti Wewe Gombel pada masyarakat Jawa yang menculik anak-anak nakal yang bermain di hutan.

7. Makhluk-makhluk Hibrida Manusia
Minotaur
Beberapa makhluk mitologis adalah hibrida manusia yaitu makhluk gabungan manusia dengan hewan. Seperti contohnya: Centaurus (manusia setengah kuda), Minotaur (manusia setengah banteng), Siren (putri duyung), dan Satir (manusia setengah domba). . Penggambaran manusia dengan unsur-unsur hewani telah bermula sejak zaman Paleolitik dan dipercaya merupakan usaha agar manusia memperoleh kekuatan hewan yang diinginkan.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar